Thursday, May 13, 2010

Hell-O Review: Say 'Hell-O' to Improvement

Ditulis Oleh : Stefani Sarilin

Twitter : @lissielahm

Artikel ini merupakan hasil karya dari Stefani Sarilin. Ingin reviewmu ditampilkan? Ayo kirimkan review buatanmu!

Ada 2 alasan mengapa saya memberi judul artikel ini “Say ‘Hell-O’ to Improvement”. Pertama karena judul episode yang saya preview itu berjudul ‘Hell-O’ dan yang kedua adalah karena episode ‘Hell-O’ ini menunjukkan improvement yang sangat luar biasa dari para cast, tim penulis cerita, dan kru produksi Glee. Mereka sepertinya sudah mendapat formula yang tepat untuk memproduksi sebuah serial yang menjadi favorit jutaan pemirsa di seluruh dunia. Episode ‘Hell-O’ ini menjadi penting karena banyak perubahan dan tambahan yang terjadi dalam episode ini dan inilah episode titik balik yang akan mengubah jalan cerita Glee selanjutnya.

Beberapa contoh improvement yang bisa kita saksikan dalam episode ‘Hell-O’ ini, antara lain :

• Penambahan karakter baru.
Kemunculan 2 karakter baru, yaitu : Jesse St. James (diperankan oleh Jonathan Groff) dan Shelby Corcoran (diperankan oleh Idina Menzel) memperluas jalan cerita, sehingga konflik tidak hanya seputar di dalam McKinley High saja tapi juga menyinggung soal kelompok Vocal Adrenaline yang sejak dari episode pertama sering disebutkan, tapi belum mendapat perhatian detail.

• Pengembangan karakter
Dalam episode ini banyak sekali pengembangan karakter yang dilakukan dengan sangat baik oleh tim penulis cerita. Rachel Berry yang selama ini kita tahu sangat memuja Finn Hudson, tiba-tiba saja bisa berbalik menolak Finn, setelah ia bertemu Jesse St. James. Tentu saja ini hal yang mengejutkan karena selama ini kita mengharapkan Rachel dan Finn akan bersama setelah Finn mengetahui bahwa ia bukan ayah dari anak Quinn Fabray, melainkan Puck. Kita juga bisa melihat kebimbangan yang dialami oleh Finn dan Mr. Schue setelah ditinggal pasangan mereka. Finn yang sedang berusaha menggali sisi inner rockstar nya dengan tidak mau berpacaran dengan Rachel dan memilih untuk pergi kencan dengan Brittany dan Santana. Sementara, Mr.Schue yang sedang dekat dengan Emma, malah bermesraan juga dengan Shelby. Mr. Schue dan Finn sepertinya masih bingung memilih pengganti pasangannya atau mereka belum siap sama sekali untuk memulai suatu hubungan baru. Selain itu, Brittany dan Santana juga mulai mendapat porsi peran yang cukup banyak dalam episode ini. Tidak seperti di Glee bagian pertama di mana mereka hanya menjadi ‘pendamping’ Quinn Fabray.

• Featured songs
Tidak seperti pada kebanyakan episode Glee di bagian pertama, lagu-lagu yang dinyanyikan para cast Glee di episode ini mengikuti tema dari episode. Sesuai dengan tugas Mr. Schue untuk menyanyikan lagu yang memiliki kata ‘Hello’ atau suku kata pertamanya menurut Rachel, yaitu ‘Hell’. Lagu ‘Hello Goodbye’ yang dinyanyikan seluruh cast di akhir episode juga sepertinya menggambarkan hubungan Finn dan Rachel yang sangat rumit yang membuat mereka tidak bisa berada dalam page yang sama untuk menjalin sebuah hubungan.

Meskipun terjadi berbagai improvement positif dalam episode ‘Hell-O’, tapi ada sedikit hal yang mengganjal dalam cerita episode ini. Bagaimana arah hubungan Finn dan Rachel yang awalnya Rachel sangat memuja Finn dan tiba-tiba bisa berbalik jadi Finn yang mengejar Rachel dan Rachel yang menolak Finn karena ia sudah memilih Jesse. Perubahan ini rasanya berlangsung sangat cepat hanya dalam satu episode yang sama. Apalagi pada bagian pertama diceritakan bahwa Rachel sangat menyukai Finn dan Puck saja tidak berhasil mendapatkan hati Rachel.

Terlepas dari segala improvement dan kekurangan yang ada dalam episode ‘Hell-O’, seluruh kru, tim penulis dan cast dari Glee berhak mendapat acungan jempol atas hasil kerja mereka. Tidak mudah menggarap episode ‘Hell-O’ karena pasti para fans Glee sudah lama menantikan episode ini dan mereka mengharapkan sesuatu yang layak ditunggu. Namun sejauh ini, saya merasa penantian saya untuk menonton bagian kedua dari season pertama Glee tidak sia-sia. Bagaimana dengan teman-teman Gleeks lainnya?  (Stefani Sarilin)

Tunjukkan kemampuanmu menganalisa sebuah episode dengan mengirimkan review buatanmu sendiri! Artikel terbaik akan ditampilkan di blog Glee Indonesia! Kirimkan review episode The Power of Madonna buatanmu ke gleeksindonesia@gmail.com

0 comments:

Post a Comment